Kalau kamu pernah lihat kuku kaki berubah warna jadi kekuningan, agak tebal, atau gampang rapuh, bisa jadi kamu lagi kena jamur kuku. Masalah ini kelihatannya sepele, tapi kalau dibiarkan, kuku bisa rusak, sakit, bahkan bikin nggak pede buat pakai sandal.
Tenang, di artikel ini kita bakal bahas tuntas soal jamur kuku mulai dari penyebab, cara ngilanginnya, sampai tips biar jamurnya nggak balik-balik lagi. Yuk, simak!
Apa Itu Jamur Kuku?
Jamur kuku atau dalam istilah medis disebut onikomikosis adalah infeksi yang terjadi di kuku, bisa di kuku tangan tapi paling sering di kuku kaki. Biasanya, gejalanya muncul pelan-pelan awalnya cuma kayak ada titik putih atau kuning di ujung kuku. Lama-lama warnanya berubah, kuku jadi tebal, kasar, dan gampang patah.
Jamur ini tumbuh subur di tempat yang hangat dan lembap. Makanya, kaki yang sering “terkurung” dalam sepatu seharian jadi tempat favorit jamur buat berkembang biak.
Buat kamu yang punya daya tahan tubuh lemah, seperti penderita diabetes, kanker, atau HIV, risiko kena jamur kuku juga lebih tinggi. Jadi, jangan sepelein kalau kuku mulai kelihatan aneh, ya!
Penyebab Jamur Kuku yang Wajib Kamu Tahu
Biar tahu cara ngatasinnya, kamu perlu tahu dulu dari mana asalnya. Penyebab utamanya adalah pertumbuhan jamur dermatofit dan jamur ragi (Candida). Kedua jenis jamur ini suka banget tempat yang lembap, hangat, dan kurang bersih.
Nah, berikut beberapa hal yang bisa bikin kamu gampang kena jamur kuku:
- Kaki atau tangan sering lembap
Kalau kamu sering pakai sepatu tertutup atau kaus kaki tebal seharian, keringat bisa bikin area kaki jadi lembap. Kondisi inilah yang disukai jamur kuku.
- Luka kecil di kuku atau kulit sekitar
Luka kecil yang nggak disadari bisa jadi pintu masuk buat jamur. Biasanya terjadi karena kuku terlalu pendek atau sering digigit.
- Berbagi alat pribadi
Pakai gunting kuku, handuk, atau kaus kaki bareng orang lain bisa banget jadi penyebab jamur kuku menular. Jamur bisa nempel di alat-alat itu dan pindah ke kamu.
- Sering cuci tangan terlalu lama
Kedengarannya aneh, tapi kalau tangan sering basah terlalu lama, kelembapan berlebih juga bisa bikin jamur gampang tumbuh di kuku tangan.
- Pemakaian kuku palsu
Kuku palsu yang dipakai terus menerus bisa menahan kelembapan di bawahnya. Nah, di situlah jamur kuku mulai berkembang.
- Kondisi medis tertentu
Orang dengan diabetes, gangguan sirkulasi darah, atau psoriasis punya risiko lebih tinggi. Karena sistem imun mereka cenderung lebih lemah, jamur kuku lebih mudah tumbuh.
Ciri-Ciri Jamur Kuku yang Perlu Diwaspadai
Kadang, jamur kuku nggak langsung kelihatan parah di awal. Tapi kamu bisa mengenali tanda-tandanya dari perubahan kecil berikut:
- Kuku berubah warna jadi putih, kuning, atau kecokelatan
- Kuku menebal dan susah dipotong
- Permukaan kuku jadi kasar atau rapuh
- Kuku terangkat dari kulit di bawahnya
- Kadang terasa nyeri atau bau nggak sedap
Kalau udah muncul tanda-tanda di atas, sebaiknya segera ditangani. Soalnya kalau didiamin, jamurnya bisa nyebar ke seluruh kuku bahkan ke kuku lainnya.
Cara Ngilangin Jamur Kuku yang Efektif
Berita baiknya, jamur kuku bisa disembuhkan! Tapi butuh kesabaran, karena perawatan jamur kuku itu nggak instan. Rata-rata butuh waktu berbulan-bulan sampai kuku benar-benar pulih. Nah, berikut beberapa cara yang bisa kamu coba:
- Obat Antijamur Oral (Minum)
Ini salah satu cara paling efektif buat memberantas jamur dari dalam. Biasanya dokter bakal kasih obat seperti terbinafine atau itraconazole. Obat ini bantu pertumbuhan kuku baru yang bebas jamur sambil menggantikan bagian yang terinfeksi.
Proses penyembuhan bisa memakan waktu 3–4 bulan, tergantung seberapa parah infeksinya.
- Krim atau Salep Antijamur
Kalau infeksinya masih ringan, kamu bisa pakai krim atau salep antijamur yang dioles di kuku. Tapi sebelumnya, kuku perlu direndam dan ditipiskan dulu biar obatnya bisa nyerap maksimal ke dalam kuku.
Jangan asal oles, ya pastikan tangan dan kuku kering sebelum pakai krim.
- Cat Kuku Antijamur
Selain krim, ada juga obat bentuk cat kuku bernama ciclopirox. Cara pakainya mirip cat kuku biasa: oles di kuku dan biarkan selama beberapa hari sebelum dibersihkan. Penggunaan rutin selama beberapa bulan bisa bantu hilangin jamur kuku dari permukaan.
- Operasi Cabut Kuku
Kalau infeksi udah parah banget sampai bikin sakit, dokter bisa nyaranin buat cabut kuku yang terinfeksi. Setelah dicabut, kuku baru akan tumbuh dalam waktu sekitar setahun.
Kedengarannya ekstrem, tapi buat kasus berat, ini bisa jadi solusi terakhir yang efektif.
- Terapi Laser
Ini metode modern yang lagi populer. Sinar laser bisa membunuh jamur tanpa harus minum obat. Hasilnya cukup menjanjikan, tapi sayangnya biaya terapi laser buat jamur kuku masih lumayan mahal dan belum banyak tersedia di semua klinik.
Tips Mencegah Jamur Kuku Datang Lagi
Ngobatin jamur kuku memang bisa, tapi kalau kebiasaan sehari-hari nggak dijaga, jamurnya bisa balik lagi. Nah, biar kamu nggak kena dua kali, coba terapkan tips berikut:
- Jaga Kuku Tetap Kering
Setelah mandi, cuci tangan, atau olahraga, pastikan kuku dan sela-sela jari benar-benar kering. Jamur nggak bakal betah di tempat yang kering.
- Gunakan Kaos Kaki yang Bersih dan Kering
Ganti kaus kaki tiap hari, apalagi kalau kamu gampang berkeringat. Pilih bahan yang bisa menyerap keringat seperti katun atau wol tipis.
- Hindari Sepatu Terlalu Sempit
Sepatu yang sempit bikin kaki susah “bernapas” dan gampang lembap. Pilih sepatu dengan ventilasi udara bagus, misalnya dari bahan kulit atau kanvas.
- Potong Kuku dengan Benar
Potong kuku secara rutin, tapi jangan terlalu pendek. Kuku yang terlalu pendek bisa bikin luka kecil tempat jamur masuk.
Selain itu, bersihin alat pemotong kuku sebelum dan sesudah dipakai, apalagi kalau digunakan bergantian.
- Jangan Jalan Tanpa Alas di Tempat Umum
Tempat seperti kamar mandi umum, kolam renang, atau gym adalah sarang jamur kuku. Jadi, biasakan pakai sandal atau alas kaki di area seperti itu.
- Hindari Merokok
Rokok ternyata bisa memperburuk sirkulasi darah ke kuku, yang bikin penyembuhan infeksi jamur jadi lebih lama. Jadi, kalau kamu perokok dan sering kena jamur kuku, ini saat yang pas buat mulai berhenti.
Bahan Alami untuk Bantu Mengatasi Jamur Kuku
Selain obat dari dokter, beberapa bahan alami juga bisa bantu mempercepat penyembuhan jamur kuku, terutama untuk kasus ringan. Berikut beberapa yang bisa kamu coba di rumah:
- Minyak pohon teh (tea tree oil): Dikenal punya sifat antijamur alami. Campur dengan sedikit minyak zaitun lalu oleskan ke kuku yang terinfeksi.
- Cuka apel: Campur cuka apel dan air dengan perbandingan 1:1, lalu rendam kaki selama 15–20 menit setiap hari.
- Minyak kelapa: Kandungan asam lemaknya bisa menghambat pertumbuhan jamur kuku. Oleskan 2–3 kali sehari.
Tapi ingat, bahan alami ini cuma pendukung, bukan pengganti obat medis. Kalau infeksi parah, tetap konsultasi ke dokter, ya.
Kapan Harus ke Dokter?
Kalau kamu udah coba berbagai cara tapi jamur kuku nggak juga hilang, bahkan tambah parah, sebaiknya segera periksa ke dokter kulit.
Terutama kalau:
- Kuku terasa sakit banget
- Warnanya makin gelap atau berubah bentuk
- Infeksi menyebar ke kuku lain
- Kamu punya diabetes atau daya tahan tubuh lemah
Dokter bisa bantu menentukan jenis jamur dan kasih pengobatan yang paling cocok.
Kesimpulan: Jangan Remehin Jamur Kuku!
Meski nggak berbahaya banget, jamur kuku bisa bikin nggak nyaman dan ganggu penampilan. Kuncinya adalah jaga kebersihan kuku, hindari kondisi lembap, dan segera obati kalau muncul tanda-tanda awal.
Perawatan jamur kuku memang butuh waktu lama, tapi kalau dilakukan dengan sabar dan konsisten, hasilnya bakal terlihat. Dan yang paling penting, jangan tunggu kuku rusak parah dulu baru ke dokter. Lebih cepat ditangani, lebih cepat sembuh!
Baca artikel lainnya

