Jurusan Kedokteran

Jurusan Kedokteran: Kuliah Lama, Biaya Mahal, Tapi Peminatnya Nggak Habis-Habis

Kalau ngomongin jurusan kuliah paling “legend”, Jurusan Kedokteran hampir selalu ada di urutan atas. Dari dulu sampai sekarang, peminatnya nggak pernah sepi. Padahal ya… semua orang juga tahu, kuliah di jurusan ini lama, mahal, dan penuh tekanan.

Tapi entah kenapa, setiap tahun tetap saja ribuan siswa SMA rela berjuang mati-matian demi satu kursi di Fakultas Kedokteran. Mulai dari belajar siang malam buat UTBK, ikut bimbel mahal, sampai pasrah sama nasib. Semua dilakukan demi satu tujuan: jadi dokter.

Nah, kalau kamu termasuk yang masih kukuh bilang, “Pokoknya harus FK!”, artikel ini cocok banget buat kamu. Kita bakal bahas perjalanan kuliah Jurusan Kedokteran dari awal sampai jadi dokter beneran.

Kenapa Jurusan Kedokteran Nggak Pernah Sepi Peminat?

Jawaban singkatnya: citra + panggilan jiwa + prospek kerja.

Sejak kecil, profesi dokter sudah dilekatkan dengan image mulia, pintar, dan stabil secara finansial. Banyak juga yang memang punya keinginan tulus buat nolong orang. Di sisi lain, orang tua sering melihat Jurusan Kedokteran sebagai “investasi masa depan”.

Walaupun realitanya nggak selalu seindah itu, daya tarik jurusan ini tetap kuat. Apalagi status sosial dokter di Indonesia masih tergolong tinggi.

Sekilas Sejarah Pendidikan Kedokteran di Indonesia

Kalau ditarik ke belakang, pendidikan Jurusan Kedokteran di Indonesia sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Tahun 1898, Belanda mendirikan STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen) di Batavia.

Sekolah ini jadi cikal bakal pendidikan dokter di Indonesia. Untuk mendukung praktik mahasiswa, dibangun juga rumah sakit pendidikan bernama CBZ yang sekarang kita kenal sebagai RSCM.

Setelah Indonesia merdeka, STOVIA berubah menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dari situ, pendidikan dokter mulai berkembang ke berbagai daerah dan melahirkan banyak fakultas kedokteran di seluruh Indonesia.

Apa Itu Jurusan Kedokteran?

Secara sederhana, Jurusan Kedokteran adalah program studi yang mempelajari tubuh manusia, penyakit, cara mencegahnya, serta bagaimana mengobatinya secara ilmiah dan klinis.

Tapi jangan bayangin cuma belajar hafalan ya. Di jurusan ini, kamu bakal dilatih buat:

  • Berpikir kritis
  • Menganalisis kasus medis
  • Mengambil keputusan
  • Berkomunikasi dengan pasien

Semua itu dilakukan bertahap, dari teori sampai praktik langsung.

Tahap Awal: Kuliah Preklinik

Perjalanan di Jurusan Kedokteran dimulai dari fase preklinik. Tahap ini biasanya berlangsung sekitar 3,5 sampai 4 tahun.

Berbeda dengan jurusan lain, sistem pembelajaran di kedokteran tidak pakai SKS, tapi menggunakan sistem blok.

Sistem Blok Itu Kayak Gimana?

Dalam satu semester, biasanya ada 4 blok. Setiap blok fokus ke satu topik besar. Misalnya: Sistem saraf, sistem pencernaan, dan sistem pernapasan.

Satu blok berlangsung sekitar 6 minggu. Setelah itu, kamu bakal menghadapi Ujian Blok yang menentukan lulus atau nggaknya materi tersebut.

Di sinilah mental mulai diuji. Soalnya materi di Jurusan Kedokteran padat banget dan saling berkaitan.

Mata Kuliah dan Praktikum yang Bakal Dihadapi

Selama preklinik, mahasiswa Jurusan Kedokteran nggak cuma duduk manis di kelas. Praktikum jadi bagian penting dari pembelajaran.

Beberapa praktikum yang umum dijumpai:

  • Anatomi
  • Biokimia
  • Histologi
  • Mikrobiologi
  • Patologi Klinik
  • Kimia Medik

Praktikum ini melatih mahasiswa memahami teori secara nyata. Jadi bukan cuma tahu dari buku, tapi benar-benar melihat dan mempraktikkan langsung.

OSCE: Ujian yang Bikin Deg-degan

Salah satu momok di Jurusan Kedokteran adalah OSCE alias Objective Structured Clinical Examination.

OSCE biasanya diadakan setiap 1–2 semester. Sistemnya berbentuk beberapa station. Di tiap station, mahasiswa akan bertemu pasien simulasi dan penguji.

Tugasnya?

  • Melakukan pemeriksaan
  • Menggali keluhan
  • Menentukan diagnosis awal

Materi OSCE mencakup:

  • Penyakit dalam
  • Bedah
  • Pediatri
  • Obgyn
  • Psikiatri
  • Kesehatan masyarakat

Banyak mahasiswa bilang, OSCE itu bukan cuma nguji otak, tapi juga mental dan komunikasi.

Lulus Preklinik: Dapat Gelar S.Ked

Setelah menyelesaikan preklinik dan skripsi, mahasiswa Jurusan Kedokteran akan mendapat gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked).

Tapi penting dicatat:
S.Ked belum boleh praktik.

Kalau berhenti di sini, kamu belum bisa disebut dokter. Perjalanan masih panjang.

Koas: Dunia Nyata yang Sesungguhnya

Setelah preklinik, mahasiswa masuk ke tahap koas atau pendidikan profesi dokter yang berlangsung sekitar 2 tahun.

Di fase ini, mahasiswa Jurusan Kedokteran mulai terjun langsung ke rumah sakit dan berhadapan dengan pasien sungguhan.

Kalau di preklinik ada “blok”, di koas ada yang namanya stase.

Stase Itu Apa?

Stase adalah rotasi bidang ilmu yang harus dijalani, seperti: stase Penyakit Dalam, stase Bedah, stase Anak, stase Obgyn, dan stase IGD.

Di sinilah mahasiswa belajar:

  • Wawancara pasien
  • Pemeriksaan fisik
  • Diskusi kasus dengan dokter senior

Capek? Banget. Tapi di sinilah ilmu benar-benar terasa hidup.

UKMPPD: Gerbang Menuju Gelar Dokter

Setelah semua stase selesai, mahasiswa Jurusan Kedokteran harus menghadapi UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter).

Ujian ini berskala nasional dan menentukan apakah seseorang layak menyandang gelar dokter. Banyak yang harus mengulang, jadi persiapannya nggak main-main.

Internship: Tahap Akhir Sebelum Praktik

Setelah lulus UKMPPD, masih ada satu tahap lagi, yaitu internship selama 1 tahun.

Di tahap ini, dokter baru ditempatkan di fasilitas kesehatan untuk mengasah kemampuan secara mandiri dengan pengawasan terbatas.

Setelah internship selesai, barulah dokter bisa mengurus STR (Surat Tanda Registrasi) dan mulai praktik secara resmi.

Biaya Kuliah Jurusan Kedokteran

Nggak bisa dipungkiri, Jurusan Kedokteran termasuk jurusan paling mahal.

UKT di PTN bisa berkisar antara:

  • Rp18 juta – Rp40 juta per semester

Belum termasuk:

  • Alat kesehatan
  • Buku
  • Biaya praktikum

Kabar baiknya, ada program KIP-Kuliah yang bisa membantu mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Kampus dengan Jurusan Kedokteran Favorit di Indonesia

Beberapa kampus dengan Jurusan Kedokteran paling diminati antara lain:

  • UI (Universitas Indonesia)
  • UGM (Universitas Gadjah Mada)
  • Universitas Airlangga
  • UNPAD (Universitas Padjadjaran)
  • Universitas Brawijaya

Persaingannya? Jangan ditanya. Ribuan pendaftar berebut puluhan kursi.

Jadi, Jurusan Kedokteran Cocok Buat Siapa?

Jurusan Kedokteran cocok buat kamu yang:

  • Tahan tekanan
  • Siap belajar lama
  • Punya empati tinggi
  • Nggak gampang nyerah

Kalau cuma ikut-ikutan atau karena gengsi, siap-siap mental drop di tengah jalan.

Penutup

Perjalanan di Jurusan Kedokteran memang panjang, melelahkan, dan penuh tantangan. Tapi di balik itu, ada kepuasan besar ketika kamu bisa membantu orang lain lewat ilmu yang kamu pelajari.

Kalau kamu sudah tahu risikonya dan tetap mantap memilih jalan ini, berarti kamu sudah selangkah lebih siap dibanding yang cuma ikut tren. Semangat berjuang, calon dokter!

Baca artikel lainnya

13 Manfaat Tanaman Selada Air untuk Kesehatan