Lagi galau nentuin jurusan kuliah? Kalau kamu anak IPA atau kepikiran buat lintas jurusan ke rumpun sains, ada satu jurusan yang masih jarang dilirik tapi punya masa depan cerah, yaitu Teknik Biomedis. Jurusan ini cocok buat kamu yang suka dunia teknik, tapi juga tertarik sama kesehatan dan teknologi medis.
Meski namanya belum sepopuler Teknik Informatika atau Kedokteran, jangan salah. Lulusan Teknik Biomedis punya peran penting di balik berbagai alat kesehatan yang sering kita temui di rumah sakit. Mulai dari alat cek tekanan darah, monitor jantung, sampai CT Scan dan MRI semuanya nggak lepas dari sentuhan engineer biomedis.
Kalau kamu penasaran gimana rasanya kuliah di jurusan ini, mata kuliah apa saja yang dipelajari, sampai prospek kerjanya, yuk bahas satu per satu.
Apa Itu Jurusan Teknik Biomedis?
Secara sederhana, Teknik Biomedis adalah jurusan yang menggabungkan ilmu teknik dengan ilmu kedokteran dan kesehatan. Mahasiswa jurusan ini belajar bagaimana cara merancang, mengembangkan, dan mengelola alat-alat medis agar aman dan efektif digunakan untuk pasien.
Ilmu yang dipelajari cukup beragam. Kamu akan ketemu dengan Matematika, Fisika, Elektronika, Pemrograman, sampai Biologi dan Anatomi. Jadi jangan heran kalau jurusan ini sering dibilang “paket lengkap” karena ilmunya lintas bidang.
Lulusan Teknik Biomedis bukan dokter, tapi perannya sangat vital. Tanpa mereka, banyak alat medis canggih nggak akan bisa digunakan secara optimal di dunia kesehatan.
Sejarah dan Perkembangan Teknik Biomedis di Indonesia
Di Indonesia, jurusan Teknik Biomedis mulai dikenal sejak Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka program studi ini pada tahun 2007. Dari situ, perlahan tapi pasti, kampus-kampus besar lain ikut membuka jurusan serupa.
Saat ini, Teknik Biomedis sudah bisa ditemukan di beberapa perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga Institut Teknologi Sumatera (ITERA).
Perkembangan jurusan ini nggak lepas dari kebutuhan dunia medis terhadap teknologi yang makin canggih. Rumah sakit modern butuh tenaga ahli yang paham cara kerja alat kesehatan sekaligus mengerti prinsip teknik di baliknya.
Kuliah Teknik Biomedis Belajar Apa Saja?
Masa studi Teknik Biomedis umumnya ditempuh selama 4 tahun atau 8 semester dengan total sekitar 144 SKS. Setelah lulus, mahasiswa akan mendapat gelar Sarjana Teknik (S.T).
Di awal kuliah, materi yang dipelajari masih dasar-dasar sains dan teknik. Semakin ke semester atas, mata kuliahnya makin spesifik ke dunia medis dan teknologi kesehatan.
Gambaran Mata Kuliah Teknik Biomedis per Semester
Semester Awal: Pondasi Ilmu
Di semester 1 dan 2, mahasiswa Teknik Biomedis akan ketemu mata kuliah dasar seperti:
- Matematika dan Fisika
- Dasar Pemrograman
- Kimia
- Anatomi dan Fisiologi
- Pengantar Teknologi Elektro
Tujuannya buat membangun pondasi ilmu sebelum masuk ke materi yang lebih kompleks.
Semester Tengah: Mulai Masuk Dunia Biomedis
Masuk semester 3 dan 4, seperti:
- Bioelektrokimia
- Elektronika dan rangkaian listrik
- Sistem komunikasi
- Biomekanika
- Pengolahan sinyal
Di tahap ini, mahasiswa mulai paham bagaimana sinyal tubuh manusia bisa diolah menjadi data medis.
Semester Lanjut: Praktik dan Desain Alat Medis
Semester 5 dan 6 biasanya jadi masa paling menantang sekaligus seru. Mahasiswa Teknik Biomedis mulai banyak praktikum dan proyek desain, seperti:
- Instrumentasi biomedika
- Sensor dan transduser
- Mikroprosesor
- Pencitraan medis
- Biomaterial
Di sini, kamu bakal ngerasa benar-benar “ngoprek” alat kesehatan.
Semester Akhir: Magang dan Tugas Akhir
Di semester 7 dan 8, fokusnya ke:
- Kerja praktik atau magang
- Mata kuliah pilihan sesuai peminatan
- Tugas akhir
Biasanya mahasiswa sudah punya minat spesifik, apakah mau fokus ke alat medis, sistem informasi kesehatan, atau penelitian.
Peminatan dalam Jurusan Teknik Biomedis
Salah satu hal menarik dari Teknik Biomedis adalah pilihan peminatannya yang beragam. Setiap kampus bisa punya fokus berbeda, tapi secara umum ada beberapa bidang utama.
- Instrumentasi dan Sistem Cerdas
Peminatan ini fokus ke pengembangan alat medis berbasis teknologi pintar, seperti:
- Sistem telemedicine
- Alat diagnosis berbasis AI
- Decision support system untuk dokter
- Teknologi Rehabilitasi dan Assistive Device
Cocok buat kamu yang tertarik membantu pasien disabilitas, dengan materi seperti:
- Robotika medis
- Alat bantu rehabilitasi
- Teknologi asistif
- Pencitraan Medis
Di peminatan ini, mahasiswa Teknik Biomedis belajar:
- Pengolahan citra medis
- Ultrasonografi
- Analisis citra CT Scan dan MRI
- Informatika Medis
Bidang ini menggabungkan teknologi informasi dan kesehatan, seperti:
- Database medis
- Sistem informasi rumah sakit
- Komputasi genomik
Skill yang Didapat Mahasiswa Teknik Biomedis
Selama kuliah, mahasiswa Teknik Biomedis akan mengembangkan banyak skill penting, di antaranya:
- Desain dan analisis alat kesehatan
- Pemrograman dan pengolahan data
- Problem solving berbasis sains
- Pemahaman sistem rumah sakit
- Dasar kewirausahaan alat medis
Skill ini bikin lulusannya fleksibel dan bisa masuk ke berbagai bidang kerja.
Prospek Kerja Lulusan Teknik Biomedis
Meski masih tergolong jurusan langka, peluang kerja Teknik Biomedis justru cukup luas. Berikut beberapa pilihan kariernya.
- Biomedical Engineer
Ini profesi paling umum. Tugasnya antara lain:
- Merancang dan menguji alat kesehatan
- Melakukan maintenance alat medis
- Memberi pelatihan penggunaan alat ke tenaga medis
- Konsultan Alat Kesehatan
Lulusan Teknik Biomedis juga bisa bekerja sebagai konsultan di rumah sakit atau perusahaan alat medis, memastikan alat yang digunakan aman dan sesuai standar.
- Peneliti
Buat yang suka dunia akademik, jalur peneliti terbuka lebar. Kamu bisa mengembangkan inovasi alat kesehatan atau teknologi medis baru.
- Wirausaha Alat Medis
Dengan ilmu yang dimiliki, lulusan Teknik Biomedis juga punya peluang besar jadi entrepreneur di bidang kesehatan, mulai dari alat sederhana sampai produk medis inovatif.
Kampus dan Daya Tampung Teknik Biomedis
Salah satu keuntungan memilih jurusan ini adalah peminatnya yang relatif sedikit. Beberapa data daya tampung dan peminat di kampus negeri:
- UI: peminat 220, daya tampung 12
- UGM: peminat 363, daya tampung 18
- UNAIR: peminat 505, daya tampung 27
- ITS: peminat 365, daya tampung 24
- ITB: daya tampung besar
- ITERA: peminat 411, daya tampung 82
Dengan persaingan yang nggak seketat jurusan favorit lain, peluang lolos Teknik Biomedis cukup terbuka.
Apakah Teknik Biomedis Cocok Buat Kamu?
Jurusan ini cocok buat kamu yang:
- Suka sains dan teknologi
- Tertarik dunia kesehatan tapi nggak mau jadi dokter
- Senang analisis dan desain alat
- Nggak masalah belajar lintas disiplin
Kalau kamu termasuk tipe yang suka tantangan dan ingin punya peran nyata dalam dunia medis, Teknik Biomedis bisa jadi pilihan yang pas.
Penutup
Meski masih tergolong jurusan “langka”, Teknik Biomedis punya peran besar di masa depan dunia kesehatan. Perpaduan teknik dan medis membuat lulusannya dibutuhkan di banyak sektor, mulai dari rumah sakit, industri alat kesehatan, hingga penelitian.
Buat kamu yang ingin kuliah di jurusan unik, menantang, dan punya prospek cerah, nggak ada salahnya mulai melirik Teknik Biomedis dari sekarang. Siapa tahu, kamu adalah inovator alat kesehatan berikutnya.
Baca artikel lainnya

