Sendawa

10 Cara Efektif Redakan Sendawa

Pernah nggak sih kamu lagi di tempat umum, tiba-tiba Sendawa terus dan susah dikontrol? Rasanya pasti nggak nyaman banget, apalagi kalau kejadian berulang. Padahal sebenarnya itu hal yang wajar, lho. Tubuh cuma lagi berusaha ngeluarin udara atau gas dari lambung biar perut nggak terasa penuh. Tapi, kalau Sendawa terjadi terus-menerus dan bikin nggak nyaman, bisa jadi ada sesuatu yang salah di sistem pencernaanmu.

Biasanya, Sendawa muncul karena hal sepele seperti makan terlalu cepat, kebanyakan minum soda, atau kebiasaan ngomong sambil makan. Tapi bisa juga karena gangguan pencernaan, misalnya maag atau asam lambung naik. Jadi, meskipun itu reaksi alami, kalau munculnya berlebihan, ya tetap butuh perhatian. Yuk, simak cara-cara sederhana tapi ampuh buat ngatasin Sendawa yang datang nggak kenal waktu!

  1. Makan dan Minum Jangan Terburu-buru

Kebiasaan makan cepat bisa bikin banyak udara ikut tertelan tanpa disadari. Nah, udara inilah yang kemudian bikin kamu Sendawa berkali-kali. Jadi, salah satu cara paling simpel buat ngurangin Sendawa adalah makan dan minum dengan santai. Kunyah makanan pelan-pelan, rasain setiap suapan, dan kasih waktu tubuh buat mencerna dengan baik.

Selain mencegah Sendawa, makan perlahan juga bantu kerja lambung jadi lebih ringan. Bonusnya, kamu jadi lebih cepat merasa kenyang dan nggak makan berlebihan. Win-win banget, kan?

  1. Kurangi Minuman Bersoda dan Alkohol

Kalau kamu termasuk penggemar minuman berkarbonasi atau alkohol, mungkin ini saatnya dikurangin dulu. Minuman jenis ini gampang banget menghasilkan gas di lambung. Akibatnya, tubuh akan bereaksi dengan cara Sendawa buat ngeluarin gas berlebih itu.

Coba deh ganti minuman soda atau alkohol dengan air putih atau infused water. Selain lebih sehat, perut juga terasa lebih ringan dan kamu bisa terhindar dari Sendawa terus-menerus yang ganggu aktivitas.

  1. Hindari Makanan yang Bikin Gas

Beberapa makanan memang terkenal sebagai pemicu gas di perut. Misalnya kol, brokoli, bawang, kacang-kacangan, dan makanan tinggi lemak. Kalau kamu perhatiin, setelah makan makanan-makanan ini biasanya perut jadi cepat terasa penuh dan Sendawa jadi lebih sering.

Bukan berarti kamu nggak boleh makan makanan bergizi itu, ya. Tapi ada baiknya dikontrol porsinya dan seimbangkan dengan makanan lain yang mudah dicerna. Dengan begitu, gas di perut bisa lebih terkendali.

  1. Hindari Ngobrol Saat Makan

Mungkin kelihatannya sepele, tapi kebiasaan ngobrol sambil makan bisa bikin udara banyak masuk ke perut. Udara yang tertelan bareng makanan ini kemudian terkumpul di lambung dan dikeluarkan lewat Sendawa.

Solusinya? Coba biasakan makan dengan tenang. Nikmati dulu makanannya, ngobrolnya nanti aja setelah selesai. Selain bantu mencegah Sendawa, kamu juga bisa lebih menikmati rasa makanan dan nggak gampang kekenyangan.

  1. Berhenti Merokok

Kalau kamu perokok aktif dan sering Sendawa, bisa jadi kebiasaan itu penyebab utamanya. Saat merokok, udara ikut tertelan bareng asap ke dalam lambung. Udara ini menumpuk dan akhirnya keluar lewat Sendawa.

Selain itu, bahan kimia dalam rokok bisa mengiritasi dinding lambung dan bikin asam lambung meningkat. Akibatnya, kamu bukan cuma lebih sering Sendawa, tapi juga bisa kena gangguan pencernaan seperti maag atau GERD. Jadi, berhenti merokok bukan cuma buat paru-paru sehat, tapi juga biar perut nggak gampang “protes”.

  1. Stop Mengunyah Permen Karet

Kamu suka ngunyah permen karet biar mulut nggak kering atau sekadar biar mulut wangi? Hati-hati, kebiasaan ini bisa bikin udara masuk ke lambung lebih banyak, lho. Setiap kali kamu mengunyah, udara ikut tertelan. Lama-lama udara ini numpuk di lambung dan bikin kamu Sendawa berkali-kali.

Belum lagi, saat ngunyah permen karet, air liur jadi lebih banyak. Kalau air liur itu ikut tertelan bareng udara, ya makin penuh deh lambungnya. Jadi, kalau kamu sering Sendawa, coba kurangi dulu kebiasaan ngunyah permen karet.

  1. Jangan Makan Terlalu Banyak

Makan dalam porsi besar bisa bikin lambung bekerja ekstra keras buat mencerna makanan. Saat lambung penuh, tekanan di dalamnya meningkat dan gas yang terbentuk jadi lebih banyak. Alhasil, tubuh akan berusaha ngeluarin gas itu lewat Sendawa.

Supaya nggak kejadian, coba bagi porsi makan jadi lebih kecil tapi sering. Misalnya makan 4–5 kali sehari dengan porsi sedang. Cara ini bikin pencernaan lebih ringan, gas nggak gampang menumpuk.

  1. Jaga Postur Tubuh Setelah Makan

Pernah makan terus langsung rebahan? Nah, kebiasaan ini juga bisa jadi penyebab kamu Sendawa terus, lho. Soalnya posisi tubuh berpengaruh banget terhadap pergerakan gas di lambung. Kalau kamu langsung berbaring, gas di perut bakal terdorong ke atas dan bikin Sendawa lebih sering muncul.

Solusinya gampang: setelah makan, duduk tegak dulu sekitar 30 menit. Kalau mau jalan santai juga boleh, asal jangan langsung rebahan. Selain membantu mencerna makanan lebih baik, postur tubuh yang benar juga bisa mencegah rasa kembung.

  1. Konsumsi Probiotik

Salah satu cara alami buat bantu atasi Sendawa yang nggak kunjung reda adalah dengan konsumsi probiotik. Probiotik ini semacam bakteri baik yang bantu jaga keseimbangan mikroba di saluran pencernaan. Kalau bakteri di usus seimbang, proses pencernaan jadi lebih lancar dan gas yang terbentuk juga lebih sedikit.

Kamu bisa dapat probiotik dari yogurt, kefir, tempe, atau suplemen khusus. Dengan rutin konsumsi makanan atau minuman yang mengandung probiotik, perut bakal terasa lebih enteng dan frekuensi Sendawa bisa berkurang secara alami.

  1. Kelola Stres dan Istirahat yang Cukup

Mungkin kedengarannya nggak berhubungan, tapi stres bisa bikin sistem pencernaan jadi kacau. Saat stres, tubuh memproduksi lebih banyak asam lambung dan bikin perut terasa nggak nyaman. Akibatnya, kamu bisa lebih sering Sendawa karena gas di lambung meningkat.

Coba deh luangkan waktu buat relaksasi. Bisa dengan jalan santai, meditasi, yoga, atau sekadar tidur cukup tiap malam. Kalau pikiran tenang dan tubuh cukup istirahat, sistem pencernaan juga ikut membaik.

Kapan Harus ke Dokter?

Kalau Sendawa kamu nggak kunjung berhenti meskipun udah coba cara-cara di atas, mungkin ada masalah lain di baliknya. Misalnya gangguan lambung seperti GERD, maag kronis, atau intoleransi makanan tertentu. Waspadai juga kalua disertai gejala lain seperti nyeri dada, mual, perut kembung parah, atau sesak napas. Segera periksakan ke dokter supaya bisa diketahui penyebab pastinya dan dapat penanganan yang tepat.

Penutup

Sendawa memang hal alami, tapi kalau terjadi terus-menerus tentu bikin nggak nyaman. Untungnya, ada banyak cara sederhana yang bisa kamu lakukan buat mengatasinya mulai dari makan perlahan, hindari soda, sampai jaga postur tubuh setelah makan. Kuncinya adalah ubah kebiasaan kecil yang tanpa sadar bikin udara banyak masuk ke lambung. Dengan pola makan yang lebih sehat, gaya hidup yang tenang, dan sedikit perhatian ke tubuh sendiri, dan bikin hidup jadi lebih nyaman.

Ingat, tubuh punya caranya sendiri buat kasih sinyal kalau ada yang nggak beres. Jadi kalau Sendawa terus-menerus nggak kunjung hilang, jangan ragu buat konsultasi ke dokter, ya.

Baca artikel lainnya

Pendidikan Dokter Spesialis Kejiwaan : gambaran umum, persyaratan masuk, materi kuliah, tantangan, perkembangan terkini, dan peran keluarga dalam mendukung kesehatan mental